Home

Saturday, May 21, 2011

6 Kekuatan Utama Pada Diri Manusia

1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

2. Kekuatan dari Fokus (The Powert of Focus)
Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.


3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)
Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)
Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi. Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.

Thursday, April 28, 2011

Doa di waktu dhuha

Assalam.
Ya Allah jika rizkiku masih
di atas langit, turunkanlah.
Jika ada di dalam bumi, keluarkanlah
Jika sukar, mudahkanlah.
Jika haram, sucikanlah.
Jika jauh, dekatkanlah
Berkat waktu dhuha, keagungan,
keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu.
Limpahkanlah kepada hamba-hamba-Mu yang
shaleh.

Aminnn ya Rabb

Tuesday, April 26, 2011

Doa Keberkahan Rizki

Assalam
Bismillah
Ya Allah,
Bukakanlah pintu rizki & keberkahan
bagi saudara kami yang mampu menjauhkan dari
belenggu hutang & kesulitan, hindarkanlah
dari segala sakit & marabahaya, kuatkanlah
imannya agar senantiasa di jalan lurus-Mu.
Ya Allah, berikanlah ketenangan & ketentraman
dihatinya untuk kebahagiaan dirinya & keluarga di dunia
& akhirat ..
Amiinnn ya Rabb

Thursday, April 21, 2011

Doa kebaikan dan keselamatan

Bismillah . .

Assalam . . Ya Allah
semoga saudara seimanku ini selalu
istiqomah di jalan-Mu, muliakanlah ia,
keluarga & keturunannya, curahkan
cinta-Mu kepadanya, berikanlah
kami kenikmatan untuk selalu bersujud
kepada Mu, jadikanlah kami insani pilihan
di surga agung-Mu, mudahkanlah segala
urusannya, tuntunlah hidupnya dalam pintu
khusnul khotimah, jadikan setiap mimpi-mimpinya
takdir indah-Mu, amiinn ya rabb

Thursday, April 7, 2011

Renungan Hidup dalam Islam

Bismillah
Assalam

Kupu-kupu tak tahu warna sayap mereka
Tapi orang-orang tahu betapa indahnya mereka
Seperti juga dirimu, tak tahu betapa indahnya dirimy
Tapi Allah tahu betapa istimewanya dirimu di mata-Nya
Ketika kita tunduk dalam syariat-Nya, ridho atas takdir-Nya
Tersenyum dalam musibah
Tegar dalam ujian
Teguh dalam pendirian
Semoga kita termasuk orang-orang yang terpilih, menjadi
hamba yang terindah di mata-Nya

Amiin ya rabb

Thursday, September 2, 2010

Pengusaha Chairul Tanjung Pemiliki CT Grup - Wawancara Bisnis.com

Bisnis Indonesia, dalam rangka HUT ke-25, menampilkan sejumlah tokoh bisnis yang inspiratif. Tulisan kali ini tentang Chairul Tanjung, pendiri Para Group (kini CT Corporation).

Chairul Tanjung membuat langkah mengejutkan ketika mengambil alih Carrefour Indonesia, salah satu raksasa ritel asal Prancis. Ia menjadi single majority di perusahaan itu. "Bangsa ini harus bangkit dunia usahanya. Jangan sampai bangsa ini dibeli terus, menjual [aset] terus, lama-lama habis [aset] kita," tuturnya kepada Bisnis di kantornya, Menara Bank Mega, sehari sebelum akuisisi itu diumumkan.

Maka, mengalirlah cerita Chairul, soal jatuh-bangun bisnisnya, klarifikasi keterlibatan Grup Salim, hingga strategi dan filosofi bisnis dan kehidupannya. Berikut sebagian kutipan cerita pengusaha itu.

Kok masuk bisnis ritel, padahal margin ritel kabarnya sangat kecil?
Carrefour ini kan powerhouse. Orang punya tanah di ujung dunia sana, taruh saja Carrefour di tengah, gak lama jadi perumahan. Bayangkan. Jadi ini beyond. Kita membeli jaringan bisnis dan jaringan distribusi... Demi Allah, saya ambil Carrefour niatnya baik, yang pasti untuk bangsa ini. I will do everythings untuk make sure bahwa [Carrefour] ini bisa jadi alat saya untuk membuat bangsa ini lebih baik.

Model kepemilikan dan pendanaannya?
Ini PMA, tetapi perusahaan Indonesia. Ini the first in the world yang dilakukan Carrefour. Makanya, ini jadi titik balik; [pengusaha nasional] mengambil alih perusahaan multinasional.

Kita dapat pinjaman US$350 juta dari Credit Suisse, Citibank, ING dan JP Morgan. Saya transparan, ini bukan transaksi henky penky. Mereka tawarin untuk ambil, tapi mereka kasih pinjam uangnya untuk beli itu. Saya bilang sama tim saya, eh kalau elu begitu, habis...

Ketika beli Carrefour, apakah itu bagian dari grand strategy bisnis ritel dari awal?
Saya percaya bisnis saya ini melalui mekanisme Tuhan. Saya mulai dari nol, dari bisnis informal untuk biaya sekolah saya sendiri, mulai dari CV, PT, semua pernah saya kerjain. Tak ada yang by design. Semua itu mulai dari visi yang selalu berubah, berubah dan berubah. Nah, baru beberapa tahun terakhir ini mulai terlihat, ternyata kita bisa konsentrasi hanya pada bidang-bidang ini saja, yang kolaborasinya akan luar biasa dan satu sama lain akan bersinergi. 

Jadi proses itu by nature, bukan by design. Saya ini sudah diberikan segala sesuatu, yang mikir pun tidak, bisa dapat seperti ini. Artinya apa, Tuhan punya skenario tertentu buat saya. Jadi saya declare, siap menjadi prajurit Anda [Tuhan]....Whatever you have to decide withme, whatever you instruct to me, saya akan laksanakan dengan keikhlasan saya.....

Sebelumnya, Anda membangun bisnis media melalui Trans TV lalu Trans 7?
(Chairul bercerita asal mula mau membeli Lativi, kemudian jatuh pada pilihan membeli TV-7 yang diubah menjadi Trans-7).

Semua rezeki itu dari Tuhan. Nggak usah ngotot, bahwa at all cost harus dapet, harus dapet. Saya nggak pernah begitu.

Bagaimana dengan sikap pemberitaan?
Alhamdulillah. Saya mencari uang dengan tidak merusak, tetapi dengan membangun. Saya bilang begini ke teman-teman jurnalis, kalau kita tidak membuat bangsa ini menjadi lebih baik, kita berdosa.

Satu kali, di Palembang sama Hatta [Menko Perekonomian Hatta Radjasa], kita satu hotel, seberang-seberangan kamar. Ketika keluar hotel mau turun seminar malam [acara PWI], dia bilang, Rul, kebayang nggak ada investor datang ke Indonesia, datang sore, check-in, keluar sebentar makan, lalu kembali ke kamar lagi, sebelum tidur setel TV. Lalu lihat orang dibacok, kantor polisi dibakar, parlemen berantem. Saya yakin tuh, rapat investment besok pagi nggak jadi. Dia langsung pulang lagi, pakai pesawat pertama...

Kalau diminta pilih, idealisme atau bisnis dalam industri media?
Kalau idealisme tanpa bisnis, itu pelacur namanya. Kenapa ngomong idealisme, perut kosong, apa nggak jual idealisme untuk isi perut? Dan saya nggak bisa sendirian. Kita mesti bersama-sama, saling mendukung, tidak saling menjatuhkan.

Apakah visi CT Corp juga akan dibawa ke sana?
Pasti. Kita kan punya CT Corp. Kan Para Group ini sudah terlalu kuno. Para nanti nggak ada lagi. Jadinya CT Corp. Kita punya tiga holding company, Mega Corp untuk finansial, Trans Corp untuk media, lifestyle, ritel dan entertaintmen, CT Natural Resorcues untuk agro dan lain-lain. Tiga itu saja.

Di natural resources termasuk pertambangan?
Nggak. Kita tidak akan masuk mining. Kita berupaya untuk tidak masuk ke sektor mining. Bukan apa-apa, saya berusaha untuk tidak merusak alam. Semua masuk mining karena benefit luar biasa. Udahlah, jangan serakah. Nanti 20-30 tahun lagi [jangan-jangan] ada kejahatan baru, kejahatan lingkungan, yang sekarang kita lakukan tidak salah, nanti bisa jadi salah.

Jadi suburkanlah lahan, tanam-tanaman. Lama memang. Tahu nggak, sawit itu butuh 10 tahun untuk sampai menghasilkan. Di TV, saya dua tahun sudah selesai urusan.

Wah, di TV dua tahun sudah impas?
Betul. 2 tahun. Ini surprise.

Gimana bisa?
Saya ini orang operation, selalu di dalam. Pernah lihat saya datang di acara-acara yang tidak penting? Kerja gua rapat internal.

Bagaimana peran karyawan?
Saya pakai sistem insentif bonus. Ini kan bukan bisnis semua orang sama rata sama rasa. Kita punya sistem sharing. Kalau karyawan dapat target lebih, 50% dari kelebihan target itu milik karyawan.

Jadi Anda ciptakan best practices di industri TV?
Buat saya media sekarang ini is my business...it's my champion. Mereka (karyawan) kerja di sini memang orang gila kerja, luar biasa. Mereka very happy karena dapat penghargaan dari kerja keras mereka.

Siapa yang paling memengaruhi Anda?
Pemikiran. Saya banyak belajar dari sahabat dan orang-orang yang berhasil. Selalu, mentor saya, guru saya, orang-orang yang bertahap begitu. Kalau ketemu orang besar, pasti saya bertanya banyak. Ketemu kepala negara lain, pasti bertanya banyak. Ketemu CEO biggest multinational company, pasti ngobrol banyak. Saya ketemu CEO ING, dia bilang begini, ING adalah the bisggest property manager in the world. Kenapa? Karena punya insurance. Asuransi itu kan uangnya harus diinvestasikan. Makanya, saya mau belajar: how they manage. Waktu krisis global, saya ke Amerika tiga kali. Saya belajar banyak, di situ baru tahu bubble seperti apa, apa kesalahannya. Saya belajar risk management ke depan. Saya tak boleh mengulang kesalahan yang sama.

Kalau bisnis TV, belajar dari mana?
Saya selalu memakai akal sehat, common sense. Kesuksesan media kita karena keluar dari pakem yang ada. Kalau saya ngikutin pakem yang ada, habis...

Ini rumusannya: jangan business as usual. Biasanya, orang bisnis ABC, orang lain ikutin bisnis ABC. Kalau Anda lakukan itu, maka rumusannya cuma dua: how low can you go dan how long you can pay. Jadi kalau bersaing sama, maka harganya makin murah, makin murah dan lama-lama bangkrut.
Yang baik adalah bikin sesuatu, yang orang lain, bukan cuma bikin, tapi berpikir saja tidak.

Bukannya TV adalah bleeding business?
Itu challenge saya. Waktu saya mau bikin Trans TV, semua teman dekat datang. Satu teman yang cukup disegani namanya TP Rachmat, he is my good friend...'Chaerul, jangan deh masuk ke bisnis itu'...'Lha kenapa, Pak Teddy?', kata saya. 'Ya sayang, Pak Chaerul kan punya masa depan, jangan deh, jangan masuk bisnis itu, nanti banknya bisa hilang karena TV-nya'. Tapi saya yakinkan, 'Pak Teddy, ini sudah jalan. Ini sudah point of no return, sudah gak bisa mundur'. Malah saya makin ter-challenge.

Kuncinya apa?
Rumusan itu tadi, bahwa business is not usual.

Tetapi ada kalanya tak mudah convince strategi baru. Ada saran untuk pebisnis baru?
Bisnis itu adalah proses. Perusahaan itu hanya bisa maju kalau dia punya the great vision. Dari vision, pemimpin hebat, governance, harus dibuat menjadi strategi yang bagus. Tapi ini semua hanya bisa jadi kalau punya kemampuan implementasi. Nah, implementasi ini butuh keuletan, kesabaran, passion.

Biografi
Lahir Jakarta, 16 Juni 1962
Keluarga:
    Ayah

A.G. Tanjung
    Ibu Halimah
Istri drg. Anita Ratnasari
Anak Putri Indahsari
Pendidikan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
Kegiatan lain:

  • Ketua Dewan Ekonomi Nasional


  • Anggota Wali Amanat UI


  • Bendahara Yayasan Indonesia Forum



  • source: bisnis.com

    Wednesday, September 1, 2010

    10 Kesalahan yang Akan Merusak Peluang Bisnis Anda

    10 Kesalahan yang akan merusak peluang Anda menjadi pengusaha sukses:
    1. Membiarkan ketakutan menahan Anda. Kami yakin isu nomor 1 yang mempengaruhi keberhasilan bisnis baru adalah takut gagal, takut sukses, takut kritikan, takut tidak dihargai dan takut memikirkan orang tidak akan menyukai produk atau jasa Anda. Memahami ketakutan tersebut bisa menghalangi Anda. Belajar untuk mengenalinya dan berhubungan dengannya.
    2. Gagal mengembangkan hubungan yang sesungguhnya. Tidak ada yang terjadi sampai terjalin hubungan. Tidak ada pertemuan, tidak ada peluang penjualan, tidak ada bisnis. Luangkan waktu untuk membangun hubungan, dan kemudian Anda siap menjual.
    3. Gagal merespon dengan cepat. Semakin cepat Anda merespon, semakin responsif Anda. Tidak membalas e-mail selama berhari-hari, pesan suara yang diabaikan, dan proposal atau perjanjian sales yang ditunda menunjukkan Anda tidak peduli dengan bisnis prospek. Lupakan nasehat yang absurd dimana respon yang cepat membuat Anda nampak ingin atau putus asa melakukan bisnis. Ini membuat Anda nampak responsif.
    4. Menjadi pemaksa. Tidak seorangpun yang menyukai pemaksa. Jadi saat pembeli Anda mengatakan "ya" - stop menjual. Dan jangan menjual, dimana mendapatkan pembeli untuk membeli lebih banyak dibandingkan yang mereka butuhkan. Ini baik untuk keuntungan jangka pendek dan buruk bagi hubungan jangka panjang.
    5. Berhenti saat ada penolakan. Tidak seorangpun yang mau menerima penolakan, tapi terkadang kita melihatnya saat tidak nampak. Penolakan adalah respon awal pada seseorang yang tidak dikenalnya, bukan sebuah kesimpulan. Atau bisa saja berasal dari penjaga gerbang yang tugasnya menolak.
    6. Terjebak dalam kesempurnaan. Tidak ada yang namanya proposal yang sempurna, surat dan response yang sempurna. Baik biasanya cukup baik kecuali berkaitan dengan situasi hidup dan mati, yang kebanyakan dari kita tidak demikian. Tambahan 20 persen yang Anda tempatkan pada produk, jasa, respon tidak diakui maupun dihargai oleh penerima. Tapi fakta dimana Anda terlalu lama merespon dikenali dan tidak dengan cara yang baik.
    7. Menggunakan keyakinan personal Anda. Tidak seorangpun yang peduli dengan pendapat Anda saat Anda dalam situasi menjual. Pandangan politik, sosial, dan olah raga hanya untuk diri Anda.
    8. Kurang fokus. Saat Anda tidak fokus dengan karyawan, klien dan prospek seolah Anda tidak berminat atau Anda terlalu berlebihan. Saat Anda tidak fokus dengan organisasi Anda, ini seperti versi terbaru kekacauan organisasi yang akan merusak moral staff yang berusaha menghadapi perubahan prioritas dan inisiatif baru.
    9. Tidak ada kehadiran eksekutif. Kehadiran eksekutif tidak semata-mata melihat bagian tersebut. Ini mengenai mengelola citra Anda dengan penuh pertimbangan dan tidak dibuat-buat. Suka atau tidak, lelah, banyak beban, berantakan dan orang yang ceroboh adalah mereka yang tidak menyadari kejadian yang sedang terjadi dan tidak membaca buku sejak sekolah menengah atau kuliah adalah gambaran yang sangat berbeda dibandingkan orang yang merawar dirinya dan secara intelektual ingin tahu.
    10. Tidak menunjukkan terimakasih. Sukses dalam bisnis tidak terjadi begitu saja. Disepanjang perjalanan ada banyak orang yang berbagi masukan, membantu Anda melalui saat yang berat, yang mungkin saja memberikan Anda gambaran. Jangan melupakan mereka saat Anda sukses. Selalu ada balasan dari rasa terima kasih.
    Perkonomian saat ini dalam kondisi sulit. Memulai usaha baru bisa jadi melelahkan dan memberikan kepuasan – secara personal dan profesional. Tentu, Anda membutuhkan rencana bisnis, keuangan yang solid dengan produk atau jasa yang bisa dijual dengan proposisi nilai yang kuat. Tapi Anda membutuhkan lebih. Dan Anda harus mulai menghilangkan perilaku sabotase yang akan menganggu transisi Anda dari seorang eksekutif menjadi pengusaha.
    Oleh: Tony Kubica. Pakar di bidang konsultan manajemen dan peningkatakn kinerja bisnis, Tony Kubica dan Sara Laforest memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dalam membantu pengusaha untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka.

    Sumber: www.articlebase.com
    Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com